Setelah membahas awal bagaimana saya pergi umroh di postingan sebelumnya sekarang saya ingin berbagai pengalaman perjalanan umroh saya yang dimulai tanggal 20 September hingga kembali ke tanah air.
20 September 2009 – Perjalanan dimulai dari Bandara Sepingan Balikpapan bersama rombongan menggunakan pesawat Garuda Menuju bandara Cengkareng – Jakarta. Berangkat dari jam 08:00 tiba di jakarta jam 11:00 (kalo ngk salah sih) dan langsung menuju lounge buat makan siang dan sekaligus mengupdate blog mesin adsense. Di jakarta kami menunggu selama kurang lebih 4 jam sebelum menuju pesawat garuda ke Jeddah. Perjalanan Jakarta Menuju Jeddah kurang lebih 9 jam (bisa dibayangkan deh gimana rasanya). Tiba di Jeddah sekitar pukul 20:30 dan langsung menuju antrian pemeriksaan Passport.
Disini ujian awal dimulai, setiba di bandara Jeddah antrian menuju pemeriksaan passpor memeludak. Para Jemaah umroh Indonesia bercampur dengan negara lainnya. Kami pun ikut antrian akan tetapi ada yang tidak beres dengan keadaan saat itu dikarenakan terjadinya kerusakan system pemeriksaan passport sehingga antrian menjadi semraut dan tidak teratur serta orang-orang pada berdesakan.
Kami bersama rombongan tetap dalam satu formasi berkumpul di antrian. Antrian dimulai saat kami datang hingga pagi hari sekitar jam 08:00 pagi, bisa dibayangkan 12 jam antri berdiri. Keadaan tambah tak terkendali dan pelayanan pemeriksaan juga tidak teratur (hanya 2 jalur yang di buka). Saat menuju pemeriksaan kami harus berdesakan dengan warga asing lainnya yang notabenya kasar dan tidak mau mengalah. Keadaan saling dorong-mendorong pun terjadi akan tetapi hati ini hanya biasa Istigfar dan terus mencoba menerobos menuju loket pemeriksaan.
Beberapa teman kami telah lolos pemeriksaan sementara saya dan rombongan lainnya masih di antrian. Tak lama sekitar 1 jam kami berhasil berada di depan loket pemeriksaan akan tetapi tindakan dorong mendorong pun masih dilakukan sehingga membuat askar menarik paksa orang-orang yang berada di depan loket pemeriksaan. Saat saya sedang menyodorkan passpor ke petugas, tiba-tiba askar itu menakrik ransel saya menyebabkan saya terjatuh dan ditarik menuju antrian lagi dan mulai antri dari belakang lagi. Huff saya hanya bersabar sambil istigfar dan berdoa.
Kami kembali antri walaupun mulai dari belakang lagi. Saat itu jam telah menujukkan pukul 11:00 dan keadaan pu sudah mulai teratur walaupun masih ada aja orang yang mencoba menyerobot. Sambil berdoa dan bersabar tetap dalam antrian. Mengacungkan passpor ke petugas bahwa passpor kami passpor umroh dan dari indonesia. Hampir jam 12:00 tak lama kemudian petugas itu pun merespon dengan memberi prioritas kami untuk pemeriksaan passpor. Alhamdulillah kami pun bergegas menuju loket pemeriksaan dan menunjukkan passpor, melakukan foto dan sidik jari. Akhirnya ujian itu pun berakhir hari itu.






He3, Trus klu dapat duit lagi dari Google Adsense, rencana mau kmna lagi?
rencana sih mau naik haji hehehe setelah itu keliling dunia.. amin.
amin ya robbal alamin
thanks bro… semoga bisa nyusul
[...] by RachimuddinPosted in Blogging, Dairy 4 Comments Tags: Jeddah, Madina, Mekkah, UmrohSetelah melewati cobaan di bandara King Abdul Aziz di Jeddah membuat perjalanan ibadah ini nikmat. Saya atau pun Anda nantinya sudah memiliki gambaran bahwa [...]